Sudah lama rasanya ingin nulis lagi, namun apa daya gak ada koneksi internet yang memadai. Kebetulan beberapa minggu yang lalu saya mengikuti training dan saya ingin berbagi kepada Anda yang masih belum ngerti. Kurang lebih yang dilatihkan adalah seperti belajar kirim-kiriman SMS. Bedanya ini dilakoni pilot dan ATC. Tidak beda dengan fungsi SMS yang kita pakai sehari-hari di ponsel kita, gunanya adalah untuk bertukar informasi. Sistem ini diberi nama Controller Pilot Data Link Communication alias CPDLC.
Pada umumnya, komunikasi yang dilakukan antara pilot dan ATC menggunakan sarana radio. Bahkan hingga sekarang kehandalan radio masih digunakan sebagai alat utama dalam berkomunikasi. Namun, radio memiliki beberapa kelemahan, diantaranya adalah memerlukan ground-station sebagai pemancar dan penerima (transceiver), dan juga jangkauan yang terbatas. Untuk mengatasi masalah komunikasi seperti ini lah digunakannya CPDLC. CPDLC adalah komunikasi data antara pilot dan ATC dimana menggunakan media satelit dan juga ground-station (pada frekuensi tinggi atau HF). Dengan menggunakan kedua media tersebut hampir seluruh tempat di permukaan bumi dapat dijangkau sarana komunikasi (CPDLC) dengan baik. Misal, untuk pesawat yang terbang dari Makassar ke Manado, masih terdapat blank-spot di sekitar Luwuk. Pada posisi ini pesawat tidak terdeteksi radar dan tidak terjangkau radio komunikasi. Contoh yang lebih jelas dapat kita lihat pada penerbangan dari Asia ke USA (vice-versa) dimana melintasi samudera pasifik yang sangat luas dan tidak memungkinkan didirikan ground station disana.
Mengapa saya diikutkan training ini? Apakah CPDLC sudah diterapkan di Indonesia? Ya, CPDLC di Makassar Air Traffic Service Center (MATSC) sudah lama diterapkan secara “tidak resmi”, sejak sekitar tahun 2007 yang lalu. Namun, sejak diterbitkannya peraturan dan prosedur penggunaan sistem CPDLC oleh pemerintah, sejak tahun ini secara resmi digunakan sebagai secondary communication system. CPDLC sering kami gunakan pada penerbangan-penerbangan internasional di wilayah Upper Control Area (UTA). Apakah penerbangan domestik pernah menggunakan CPDLC? Dari pengalaman rekan-rekan di operational room MATSC, baru beberapa pilot Garuda Indonesia dengan pesawat barunya Boeing 737-800 yang menggunakan. Itupun kesannya masih “coba-coba” karena masih belum sesuai prosedur penggunaan CPDLC.
Sebenarnya penggunaan CPDLC juga sangat berguna bagi penerbangan domestik, terutama bagi pesawat yang terbang melewati wilayah blank-spot. Namun, masih sangat sedikit pesawat maskapai penerbangan dalam negeri yang dilengkapi peralatan CPDLC.











Recent Comments