Merpati Pecah Ban Saat Mendarat Di Makassar

21 12 2009

Sedikit berbagi info kurang baik (lagi). Merpati dengan nomor penerbangan MNA766 dari Jakarta block runway setelah mendarat di runway 13 karena pecah ban setelah melakukan pendaratan di Makassar. Kejadiannya adalah dini hari tadi, tepatnya setelah MNA766 melakukan pendaratan pukul 1753Z (0153WITA). Saya sebagai APP/ACC Lower Controller (127.5MHz) sudah memberikan informasi bahwa (mendadak) wind velocity meningkat pada 330°/13knots, visibility 2km, dan hujan meningkat ke moderate rain. Pilot menerima kondisi tersebut dan melanjutkan approach menggunakan ILS runway 13.

Setelah transfer ke Hasanuddin Tower (118.1MHz), rekan saya di tower juga tidak memberikan clearance to land, melainkan land at own discretion. Rekan saya mengatakan pada saat melakukan pendaratan, kecepatan pesawat lebih tinggi dari biasanya, namun akhirnya bisa berhenti kurang lebih 200m sebelum runway end. ATC di Tower menginstruksikan untuk taxi ke apron namun pilot melaporkan tidak bisa taxi dan menyatakan need assistance yang selanjutnya mengharuskan penumpang di-disembark di runway dan menuju terminal menggunakan bus. Batavia Air yang sedang terbang menuju Makassar, 130NM dari MKS VOR/DME terpaksa harus divert ke Bali.

Hanya Ilustrasi (Bukan Gambar Sebenarnya)

Read the rest of this entry »





Beda Boeing 737-900ER dengan Boeing 737-800

30 11 2009

Suatu hari di Makassar yang panas, ketika saya sedang dinas di Sultan Hasanuddin Tower (frekuensi 118.1MHz) terjadi perdebatan serius di belakang saya. Ya, dari teman-teman ATC saya. Mereka memperdebatkan tipe pesawat yang baru saja mendarat. Pesawat yang baru mendarat adalah sebuah Boeing dengan tipe 737. Mereka berdua sependapat dengan hal ini. Lantas, apa yang diperdebatkan. Ternyata mereka berdebat mengenai seri dari Boeing 737 (selanjutnya saya singkat B737) tersebut. Kalau yang mendarat adalah B737 seri 200 tentunya sangatlah mudah untuk dikenali karena karakter mesinnya yang kecil dan suara nyaring. Satu dari teman saya berpendapat bahwa yang baru saja mendarat adalah B737 seri 300, satu lagi menganggap itu adalah B737 seri 400, dan satunya mengatakan B737 seri 500. Mana yang benar? Memang sulit untuk membedakan ketiganya, apalagi mereka tidak terbiasa sudah lama tidak dinas di Tower. Bahkan saya pun mengalami kesulitan untuk membedakannya. Akhirnya saya putuskan untuk melihat flight plan untuk mengetahui seri B737 tersebut. Dari flight plan tertulis B737 seri 300. Teman saya yang pertama jadi sumringah (senang,red) karena merasa tebakannya betul dari yang lain.
Read the rest of this entry »








Follow

Get every new post delivered to your Inbox.