Idul Adha, Haji, Kurban, Ketupat

27 11 2009

Alhamdulillahirabbil ‘alamiin… Allah masih mempertemukan saya dengan hari raya Idul Adha tahun ini. Walaupun tadi malam habis dinas malam, tadi pagi bisa bangun untuk ke masjid, tapi hampir telat, hehehe. Saya ucapkan selamat hari raya Idul Adha buat pembaca sekalian. Semoga Allah selalu memberikan rahmat dan hidayahnya kepada kitas semua, Amiin.

A330 Garuda Indonesia Airlines

Tulisan saya kali ini berbobot ringan, hanya berbagi pengalaman saja, jangan terlalu serius🙂. Idul Adha di Indonesia identik dengan haji, kurban, dan ketupat. Bicara mengenai haji, kepadatan lalu lintas udara di Bandara Hasanuddin Makassar tidak banyak terpengaruh. Penerbangan haji menggunakan pesawat Airbus 330 maskapai Garuda Indonesia Airlines dari Makassar maksimal hanya 4 kali dalam sehari (jika salah mohon dikoreksi, selama saya dinas maksimal cuma kebagian 4 ekor🙂 ). Pesawat haji juga parkir di apron (tempat parkir pesawat, red) bandara lama sehingga pergerakan lalu lintas pesawat di darat untuk penerbangan komersil reguler pun tidak menemui hambatan. Diluar dari itu semua, saya bersyukur bisa membantu “proses naik haji” orang-orang yang ber-embarkasi di Makassar. Semoga mereka menjadi haji-haji yang mabrur. Amiin.

hewan kurban

Mengenai kurban, tahun ini (di Makassar) saya justru jarang menemui kambing sebagai hewan kurban. Dari beberapa aktivis masjid yang saya tanya, rata-rata hewan kurban berupa sapi. Di masjid terdekat dengan rumah saya, Al-Multazam, justru semua hewan kurbannya adalah sapi yaitu sebanyak 9 ekor. Apakah kambing sudah punah? Atau kambing mahal sehingga lebih menguntungkan bila menggunakan sapi sebagai kurban? Pertanyaan yang kurang penting. Yang jelas, semoga hewan kurban dapat diterima dan membantu bagi orang-orang yang berhak.

Yang terakhir ini bahsan yang paling enak, ketupat, hehe. Saya yakin semua orang di Indonesia mengetahui makanan berbentuk kotak dari bahan beras ini. Dapat terbayang lezatnya bila dicampur dengan opor ayam buatan istri tercinta. Tidak berbeda dengan ibu-ibu lainnya, istri saya juga membuat ketupat dan opor ayam. Tapi ada yang beda dengan ketupat di Makassar. Daun pembungkus yang biasanya menggunakan daun kelapa, aka. janur, ketupat disini menggunakan daun pandan. Ketupat pun jadi lebih beraroma dan menantang untuk disantap dengan opor ayam kacang merah. Bagaimana dengan pengalaman Anda di Idul Adha tahun ini?🙂


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: