Lima Bandara Open Sky Indonesia

15 01 2010

Beberapa hari yang lalu secara tidak sengaja saya membaca di newsticker Metro TV tentang Bandara Open Sky dimana Bandara Sultan Hasanuddin termasuk diantaranya. Saya pun langsung penasaran, makanan apa gerangan yang dinamakan open sky tersebut. Setelah sedikit googling-googling (bukan guling-guling ya.. :)) ketemu juga beritanya. Berita ini saya cuplik dari Fajar Online. Silahkan dibaca-baca untuk menambah pengetahuan. Oh ya, mohon maaf, untuk sementara saya belum sempat menulis artikel sendiri, dikarenakan banyaknya kegiatan yang harus saya ikuti dan rata-rata cukup memakan waktu, disamping kegiatan dinas rutin.

<!– The news goes from here —> Hehe.. javascript style..

Kementerian Perhubungan hanya menetapkan lima bandara di tanah air sebagai bandara yang akan melayani liberalisasi penerbangan ASEAN open sky (langit terbuka).

Direktur Angkutan Udara Ditjen Perhubungan Udara, Tri S Sunoko menyebutkan, kelima bandara tersebut adalah Soekarno Hatta (Jakarta), Kualanamu (Medan), Juanda (Surabaya), Ngurah Rai (Denpasar) dan Sultan Hasanuddin (Makassar).

“Lima bandara itu kami nilai sudah mampu memberikan pelayanan yang baik untuk liberalisasi penerbangan yang akan berlaku penuh beberapa tahun lagi,” ujarnya.

Pada saat pertemuan Menteri Transportasi ASEAN (ASEAN Transport Ministers Meeting) ke-15 yang diselenggarakan di Hanoi, Vietnam, 10-11 Desember lalu,

Menteri Perhubungan (Menhub) Freddy Numberi meminta negara-negara ASEAN untuk menunda pembahasan mengenai kebijakan open sky sampai pertengahan tahun ini. Sebab, Indonesia belum menentukan bandara mana saja yang akan dibuka untuk kebijakan langit terbuka.

Menurut Menhub, penerapan kebijakan open sky bisa menjadi berkah, tapi juga bisa menjadi musibah, bergantung kesiapan industri penerbangan nasional. Karena itu, pihaknya meminta waktu untuk membahas secara internal. “Implementasi open sky tidak merugikan kepentingan bangsa,” ucapnya.

Kebijakan open sky disepakati untuk diterapkan secara bertahap mulai 2008. Dalam hal ini, maskapai asing diberi hak untuk menurunkan penumpang atau barang, lalu menaikkan penumpang atau barang untuk diterbangkan lagi ke negaranya.

Tahun ini, kesepakatan seharusnya mulai diubah. Pesawat asing diberi hak menaikkan penumpang atau barang, lalu menurunkannya ke negara ketiga dan sebaliknya. Open sky ASEAN secara menyeluruh ditargetkan mulai berlaku 2013 dengan berbagai kesepakatan. (fajar online)


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: